Onikomikosis, atau juga disebut tinea unguium, adalah infeksi jamur yang memengaruhi kuku baik itu pada kuku tangan atau kuku kaki. Infeksi jamur biasanya berkembang dari waktu ke waktu, sehingga gejala awalnya kerap tidak disadari. Pada dasarnya, infeksi jamur dapat memengaruhi setiap bagian dari tubuh. Jamur secara normal berkembang biak di dalam dan pada tubuh berdampingan dengan berbagai bakteri. Ketika jamur mulai tumbuh terlalu cepat, akibatnya bisa infeksi.
Infeksi jamur kuku terjadi karena
pertumbuhan jamur berlebih di bagian dalam, bawah, atau pada permukaan
kuku. Jamur yang sudah ada di atau pada tubuh juga dapat menyebabkan
infeksi kuku. Jika bersentuhan dengan orang lain yang memiliki infeksi
jamur, maka Anda bisa tertular.
Menurut American Academy of Dermatology
(AAD), infeksi jamur kuku lebih sering memengaruhi jari kaki karena
ditutupi oleh sepatu di mana lingkungannya cenderung hangat dan lembab.
Alat untuk manikur atau pedikur di salon juga dapat menjadi sarana
penyebaran infeksi jamur dari orang ke orang terutama jika kebersihannya
tidak terjamin.
Meskipun banyak penyebab infeksi jamur
kuku dapat dicegah, beberapa faktor risiko berikut dapat meningkatkan
risiko terkena infeksi jamur kuku. Anda lebih mungkin terkena infeksi
jamur kuku jika:
- Memiliki diabetes
- Memiliki penyakit yang menyebabkan sirkulasi yang buruk
- Berusia di atas 65 tahun
- Memakai kuku palsu
- Berenang di kolam renang umum
- Memiliki cedera kuku
- Memiliki cedera kulit di sekitar kuku
- Jari-jari tangan atau kaki cenderung selalu lembab
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
Infeksi jamur kuku lebih sering
ditemukan pada orang dewasa daripada pada anak-anak. Jika Anda memiliki
anggota keluarga yang sering terkena infeksi jamur kuku, Anda lebih
mungkin mengalami infeksi yang sama. Orang dewasa yang lebih tua berada
pada risiko tertinggi untuk mendapatkan infeksi jamur pada kuku karena
sirkulasi mereka yang relatif buruk dan kuku mereka tumbuh lebih lambat
dan menebal seiring bertambahnya usia.
Infeksi jamur kuku dimulai sebagai
bercak putih atau kuning di bawah ujung kuku tangan atau kuku kaki.
Ketika jamur kuku menyebar lebih dalam, ini dapat menyebabkan kuku
menghitam, menebal, dan ujung yang pecah-pecah. Secara umum, seseorang
kemungkinan memiliki infeksi jamur kuku jika salah satu atau beberapa
kuku menjadi lebih tebal, rapuh, bergerigi, dan tampak kusam.
Karena infeksi lain dapat memengaruhi
kuku dan gejala yang hampir sama dengan infeksi jamur kuku, satu-satunya
cara untuk memastikan penyebabnya adalah dengan memeriksakannya pada
dokter. Obat yang dijual bebas biasanya tidak dianjurkan untuk mengobati
infeksi kuku karena tidak terbukti memberi hasil yang efektif. Untuk
mengobati jamur kuku, dokter mungkin meresepkan obat antijamur oral.
Studi telah menunjukkan bahwa pengobatan yang paling efektif untuk
mengatasi masalah infeksi jamur kuku adalah terbinafine (Lamisil) dan
itraconazole (Sporanox). Kedua obat tersebut terbukti dapat membantu
pertumbuhan kuku baru yang bebas dari infeksi, dan secara perlahan
menggantikan bagian kuku yang terinfeksi.
Perubahan gaya hidup sederhana dapat
membantu mencegah infeksi jamur pada kuku. Merawat kuku dengan
memotongnya secara teratur dan menjaga kebersihannya adalah cara terbaik
untuk mencegah infeksi. Sangat penting untuk segera periksa ke dokter
jika Anda memiliki diabetes dan infeksi jamur kuku. Pasalnya, orang
dengan diabetes berisiko tinggi terkena komplikasi serius yang
disebabkan oleh infeksi ini.
