Biasanya, luka memerlukan waktu hingga tiga minggu untuk sembuh. Namun, beberapa orang mungkin memerlukan waktu hingga berbulan-bulan dalam penyembuhan luka mereka. Ini dipengaruhi berbagai faktor. Faktor yang sangat sederhana dan lokal seperti trauma, kondisi luka, edema dan infeksi akan sangat memengaruhi penyembuhan luka. Faktor sistemik seperti usia, status gizi serta kesehatan umum juga sama berpengaruh pada mekanisme tubuh dalam penyembuhan luka.
- Infeksi
Terinfeksinya luka
adalah salah satu alasan paling umum mengapa penyembuhan luka menjadi
lebih lama. Setelah luka terinfeksi, sistem kekebalan tubuh menggunakan
banyak energi untuk melawan bakteri yang menyebabkan infeksi, sehingga
sangat sedikit energi yang tersisa untuk penyembuhan. Bakteri akan
menghasilkan racun yang berbahaya. Pada gilirannya, racun tersebut
mengganggu proses penyembuhan serta menyebabkan kematian sel.
- Gangguan sirkulasi
Nutrisi dan oksigen
dialirkan ke area penyembuhan luka oleh darah. Darah juga menghilangkan
bakteri, racun serta kotoran yang hadir di area penyembuhan. Kondisi
yang mengganggu sirkulasi dan oksigenasi darah adalah penyebab yang
sangat umum mengapa luka menjadi berkepanjangan.
Diabetes, usia
lanjut, tekanan darah tinggi dan penyakit pembuluh darah perifer adalah
faktor umum yang memengaruhi sirkulasi darah dalam tubuh. Sementara itu,
penyakit paru-paru kronis dan anemia mengganggu oksigenasi darah.
Obesitas juga memperlambat mekanisme tubuh dalam penyembuhan luka. Rokok
juga diketahui bisa mengganggu penyembuhan luka.
- Perawatan luka yang kurang tepat
Kondisi, keadaan dan
bagaimana Anda merawat luka akan sangat memengaruhi kecepatan
penyembuhannya. Trauma berulang atau tekanan berlebihan bisa membuat
luka semakin buruk sehingga penyembuhannya memakan waktu lebih lama.
- Obat-obatan
Obat-obatan seperti
kortikosteroid merupakan contoh obat yang bisa menunda penyembuhan luka.
Obat untuk kemoterapi juga dapat mengganggu penyembuhan luka akibat
matinya sel-sel tubuh.
- Usia
Pada orang lanjut
usia, penyembuhan luka cenderung lebih lambat ketimbang orang dewasa dan
anak-anak. Hal ini karena orang tua memiliki kulit yang rapuh dan
risiko untuk infeksi menjadi lebih tinggi karena produksi antibodi yang
rendah, respon inflamasi lambat dan penurunan fungsi sistem endokrin.
Selain semua itu, orang tua memiliki kemungkinan lebih besar untuk
menderita penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes yang
mengganggu sirkulasi dan oksigenasi darah.
- Asupan nutrisi tidak memadai
Tubuh membutuhkan
kalori, protein, vitamin A, C dan zinc untuk penyembuhan luka. Oleh
karena itu, diet seimbang sangatlah penting. Diet seimbang membuat tubuh
dapat menjalankan fungsinya secara optimal, termasuk juga dalam hal
penyembuhan luka.
Sumber : Google
Sumber : Google
