Mungkin Anda pernah mengalami mata merah,perih dan juga keluar kotoran terus menerus. Hal ini tentunya sangat mengganggu anda untuk melakukan aktifitas sehari hari. Namun dari sekian banyak penyakit mata, Konjungtivitis merupakan yang paling sering menyerang dan juga sangat mudah menular.
Konjungtivis merupakan kondisi dimana mata mengalami peradangan dan infeksi terhadap selaput bening ( konjungtiva ) yang melapisi bagian terdalam kelopak mata dan bagian berwarna putih pada bola mata. Pada saat terjadi peradangan, pembuluh darah pada konjuntiva menjadi lebih jelas sehingga mata kita terlihat tampat merah.
Pada umumnya penyakit ini disebabkan oleh bebeapa hal berikut ini:
- Pertama Infeksi virus atau bakteri.
Konjungtivis yang di sebabkan oleh infeksi perlu sesegera mungkin di obati karena sangat mudah untuk ditularkan melaui kontak langsung atau tidak langsung dengan kotoran mata.
- Yang kedua karena Alergi,
Oranag-oranag yang mempunyai riwayat alergi dapat mengalami konjungtivis hal ini di akibatkan terpapar bahan tertentu (alergen).
- Yang ketiga oleh bahan iritan atau benda asing,
Penggunaan lensa kontak sering kali menjadi pemicu konjungtivis jenis ini. dan tidak jarang karena disertai infeksi akibat penggunaan yang kurang bersih. Konjungtivis jenis ini dapat membaik dengan sendirinya dalam jangka waktu satu sampai dua hari.
Konjungtivitis dapat terjadi pada satu maupun kedua mata. Berikut adalah gejala yang mungkin Anda alami saat menderita konjungtivitis:
- Mata merah
- Rasa gatal pada mata
- Rasa nyeri pada mata
- Adanya kotoran mata yang menumpuk pada sudut mata dan menyebabkan mata terasa lengket saat pagi hari. Kotoran ini seringkali merupakan indikasi adanya infeksi. Kotoran mata yang bening biasanya muncul pada konjungtivitis virus, sedangkan kotoran mata yang kental dan berwarna kuning kehijauan biasanya terdapat pada konjungtivitis bakteri.
- Mata berair
Gejala berikut ini juga seringkali menyertai konjungtivitis:
- Demam dan nyeri tenggorokan (pada konjungtivitis akibat infeksi)
- Bersin-bersin dan hidung berair (pada konjungtivitis alergi)
Pada beberapa kasus konjugtivis yang di sebabkan oleh lensa kontak dapat menyebabkan masalah yang lebih serius yang di kenal dengan istilah keratitis atau peradapangan kornea mata. Gejala keratitis ditandai dengan adanya rasa silau, nyeri pada mata seperti terbakar, atau pandangan tersa kabur.
Apabila Anda mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar mendapat pengobatan yang tepat. Kelainan mata lain yang lebih serius mungkin memiliki gejala awal berupa mata merah. Dengan memeriksakan diri ke dokter, Anda akan mendapatkan diagnosis yang pasti dan pengobatan yang sesuai.
Pengobatan konjungtivitis tergantung penyebab yang mendasari, yaitu:
- Konjungtivitis bakteriAkan sembuh sendiri dalam waktu satu hingga dua minggu, akan tetapi untuk penembuhan yang lebih tepat dibutuhkan antibiotik dalam bentuk salep atau obat tetes. Penggunaan antibiotik ini harus sesuai dengan anjuran yang disarankan oleh dokter, untuk mencegah kekambuhan.
- Konjungtivitis virusTidak membutuhkan pengobatan secara khusus karena akan sembuh dalam satu sampai dua minggu. Obat antivirus hanya diberikan apabila penyebab penyakit ini dikarenakan oleh virus herpes simplex.
- Konjungtivitis alergiDibutuhkan pengpbatan anti alergi berupa antihistamin dan mast cell stabilizer serta antiinflamasi berupa dekongestan, steroid, dan antiinflamasi.
Beberapa cara yang dapat membantu meredakan gejala bila Anda mengalami konjungtivitis:
- Mengkomres mata dengan air hangat dan kain yang bersih secara rutin selama beberapa menit. Bila konjungtivitis hanya menyerang sebelah mata saja, harap jangan gunakan kain yang sama untuk mengompres mata yang sehat.
- Sementara hentikan penggunaan lensa kontak.
- Bila konjungtivitis terjadi sebagai reaksi alergi, hindari alergen, cuci baju Anda setiap hari, dan mandi sebelum tidur dapat mempercepat pemulihan.
